Buscar

Páginas

Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Jika Kulit Kepala Berkerak



Salah satu aspek yang harus diperhatikan agar rambut tumbuh sehat ialah kebersihan kulit kepala. Kadang bayi mengalami bercak merah dan bersisik di kepalanya yang dikenal dengan istilah kerak kepala atau dermatitis seboroik . "Kerak ini merupakan kelainan pada kulit kepala bayi, yang disebabkan oleh kelenjar lemak kulit yang aktif," terang dr. Titi .
Kelenjar lemak kulit (sebum)  keluar dari tempat yang sama dengan keluarnya rambut. Jadi, muaranya satu. Jika kelenjar lemak ini sangat aktif, akan mengeluarkan lemak lebih banyak. Nah, lemak ini, bila sudah mengering akan menimbulkan lapisan yang menumbuhkan kerak itu.
Aktifnya kelenjar lemak disebabkan oleh hormon androgen yang diperoleh dari ibu si bayi saat di kandungan. "Bayi, secara normal belum dapat menghasilkan hormon androgen. Hormon ini akan banyak jika ia mulai pubertas," jelas Titi.
Tapi para ibu tak perlu panik. Sebab, kerak kepala bersifat sementara. Artinya, bila hormon androgen itu habis, maka kepala bayi pun akan terbebas dari kerak. Cuma saja, karena kerak itu mengganggu kenyamanan dan dapat mengganggu pertumbuhan rambut secara sehat, tentunya orangtua tak harus menunggu hingga hormon ini habis.
"Kerak ini mudah, kok, dihilangkan," ujar Titi. Cukup olesi dengan minyak kelapa. Biarkan semalaman agar kerak menjadi lunak. Esok harinya, cuci rambut si kecil dengan air hangat hingga bersih. Bila dengan cara ini tak membaik, mintalah nasehat dokter kulit. "Dokter akan memberi minyak yang dicampur dengan zat aditif tertentu yang bisa mempercepat pelepasan kerak itu," terang Titi.
Kerak ini biasanya akan lebih parah bila kulit kepala berkeringat. Karena itu usahakan agar kulit kepala si kecil tetap sejuk dan kering. Jangan kenakan topi kecuali jika sangat diperlukan.

Siasati Puting Yang Terbenam



Foto: Getty Images
Kekhawatiran tidak bisa menyusui buah hati terjadi karena puting terbenam? Untuk mengatasinya, Anda bisa “bekerjasama” dengan bayi, juga memahami teknik menyusui yang benar.
Memiliki payudara yang sempurna adalah impian semua wanita. Selain membuat percaya diri dan menyenangkan pasangan, payudara berguna sebagai penghasil ASI bagi buah hati. Dan meski bayi tidak menyusui pada puting, namun puting membantu penghisapan air susu.
Tiga Jenis
Pada dasarnya, menurut dr. Karina F Moegni, SpBP., spesialis kecantikan dari Klinik Kecantikan dari Rumah Sakit Royal Progress , ada tiga jenis puting pada payudara perempuan. Pertama, bentuk normal di mana puting secara keseluruhan tampak menonjol melebihi permukaan areola. Kondisi ini berlangsung dalam keadaan normal maupun ketika terjadi rangsangan, seperti rangsang dingin ataupun rangsang seksual. Kedua, bentuk datar alias puting datar dan tetap tidak berubah bentuk bahkan setelah dilakukan pinch test , yaitu penekanan daerah areola sekitar 2 cm di luar puting. Ketiga, bentuk inversi atau terbalik yang juga dikenal dengan istilah puting terbenam (inverted nipple ) di mana puting tertarik ke dalam atau mencekung saat dilakukan pinch test .
Dua jenis puting yang disebutkan terakhir termasuk tidak normal dan terbagi ke dalam beberapa bentuk, seperti:
 Dimpled : Puting yang terlihat menonjol sebagian namun masih dapat ditarik keluar meski tidak dapat bertahan lama.
 Unilateral: Hanya satu sisi payudara yang memiliki puting yang tertarik ke dalam.
 Inverted Nipple
Terbagi menjadi tiga jenis, yakni:
Grade 1 : Puting tertarik ke dalam tapi mudah untuk ditarik dan dapat bertahan cukup baik tanpa perlu tarikan. Sayangnya, tekanan lembut di sekitar areola atau cubit lembut pada kulit dapat menyebabkan puting mundur kembali.
Grade 2:  Puting yang tertarik ke dalam dan masih bisa ditarik keluar, namun tidak semudah grade  1. Setelah tarikan dilepas, puting akan mundur kembali.
Grade 3:  Puting jenis ini posisinya sangat tertarik ke dalam dan sulit untuk ditarik keluar apalagi mempertahankan posisinya.
Yang paling sering adalah akibat pendeknya saluran ASI (duktus laktiferus). Kelainan ini merupakan bawaan sejak lahir. Puting tertarik ke dalam juga bisa terjadi setelah menyusui. Penyebabnya bisa karena kulit payudara di sekitar puting menjadi longgar sehingga membuat puting terlihat masuk ke dalam.
Masih Bisa Menyusui
Penelitian menunjukkan, sekitar 28 sampai 35 persen dari wanita yang hamil untuk pertama kalinya, memiliki puting yang tidak menonjol sempurna. Namun seiring usia kandungan di mana kulit menjadi lebih elastis, hanya 10 persen di antaranya yang tetap mempunyai inverted nipple .
Kabar baiknya, inverted nipple  tidak akan mengganggu kenikmatan seksual dan bahkan mungkin tidak akan bermasalah dengan menyusui. Pasalnya, tak sedikit wanita dengan inverted nipple  akhirnya putingnya keluar dan bisa menyusui. Hal ini dapat terjadi sementara atau menjadi permanen asalkan teknik menyusui sudah tepat.
Calon ibu bisa menarik puting ke luar pada saat hamil trimester akhir (lebih dari 7 bulan) dengan cara memegang payudara tepat di ujung aerola dengan jempol dan telunjuk. Pijat dengan lembut ke arah puting sampai puting keluar, atau lakukan pinch test .
Paska melahirkan dan sesaat sebelum menyusui, lakukan tekanan atau hisapan manual untuk menonjolkan puting agar mudah dihisap bayi. Caranya pegang puting dan pijat puting antara jempol dan jari telunjuk selama 30 detik, kemudian sentuh dengan kain basah dingin segera sebelum menyusui.
Biasanya setelah menyusui beberapa minggu, puting akan eversi dengan sendirinya dan tindakan penekanan atau hisapan manual sebelum menyusui ini mungkin tidak diperlukan lagi. Sebagai catatan, ibu berputing datar harus mempertimbangkan menggunakan pelindung puting (nipple shield ) sementara pada waktu menyusui.
Jika puting memang inverted  sekalipun Anda sudah memijatnya keluar berulangkali, disarankan untuk meminta bantuan dari konsultan laktasi. Adapun jalan terkahirnya adalah penanganan secara khusus dengan cara rekonstruksi dengan tindakan pembedahan (operasi).
Masalah Lain pada Puting
Beberapa masalah lain pada puting juga tak bisa dianggap remeh. Berikut beberapa penyebab dan cara mengatasinya:
Puting Lecet
Biasanya terjadi karena isapan bayi yang terlalu kencang, gigitan bayi, goresan benda tajam, kuku ibu, atau kuku bayi, dan saat bayi terbiasa mengempeng pada payudara ibu.
Cobalah menekan sedikit payudara hingga cairan ASI keluar dan oleskan ASI ke seluruh area puting. ASI mengandung zat anti bakteri dan zat penutup luka, sehingga luka lecet dapat sembuh segera (1-2 hari).
Puting Kering
Pada saat mandi, puting dibersihkan dengan sabun, padahal kandungan pH-nya tinggi dan bisa menyebabkan kulit puting kering. Lebih baik, susui bayi sesegera mungkin setelah mandi. Saat ASI keluar, kelenjar prolaktin pada ASI akan menghasilkan minyak dan dengan bantuan lidah bayi, minyak akan melumasi bagian puting. Selain itu, lakukan pijat dengan menggunakan baby oil secara rutin.
Puting Bocor
Biasanya disebabkan tusukan benda tajam yang menyebabkan puting berlubang sampai terjadi luka dalam, sehingga ibu perlu pengobatan yang intensif. Segeralah kunjungi klinik laktasi untuk mendapatkan penanganan yang memadai.

Tips Bokong & Betis Tampil Seksi



Foto: Ahmad Fadilah
Kencangkan bokong dan betis dengan gerakan senam ini agar busana pengantin yang di pakai makin melekat sempurna.
Siapa tak tergiur melihat bokong Jennifer Lopez yang kencang atau betis ramping ala Victoria Beckham? Anda juga bisa memiliknya, lho. Gurumilang , Senior Fitness Instructor dari Fitnes First Platinum Pasific Place  menjabarkan teknik yang diatur sesuai tingkat kesulitannya (dari muda hingga paling sulit). Lakukan dengan rutin, agar target terpenuhi dan gaun melekat sempurna di hari pernikahan Anda.
Kencangkan Otot Bokong
Squat (Otot bokong bagian bawah) 
- Buka kaki selebar bahu. Angkat dan silangkan kedua tangan diatas bahu dan usahakan tetap sejajar. Busungkan dada dan tarik bokong ke belakang.
- Turunkan pinggang ke bawah (menyerupai posisi duduk). Tahan selama 10-15 detik dan lakukan sebanyak 10-12 kali.
Bridge (Otot bokong bagian tengah) 
- Ambil posisi tidur telentang. Rapatkan kedua tangan disamping paha. Lebarkan kaki sebatas bahu dan angkat lutut.
- Angkat bokong ke atas hingga posisi dada, perut, dan lutut miring sejajar.
- Rilekskan leher dan angkat kaki kiri ke atas sejajar dengan paha kanan. Tahan selama 15 detik, turunkan dan lakukan pada kaki yang satunya. Ulang gerakkan ini pada masing-masing kaki sebanyak 12-15 kali.
Parachuter (Otot bokong bagian atas) 
- Ambil posisi tidur telengkup dengan dagu menyentuh matras. Angkat dada dan tangan ke belakang.
- Lalu angkat kedua kaki ke atas semaksimal mungkin. Tahan selama 15 detik dan lalukan repetisi sebanyak 12-15 kali.
Kencangkan Otot Betis
Calf Raises 
- Lakukan gerakan ini di anak tangga.
- Posisi awal, naikkan tubuh Anda di anak tangga dengan posisi ujung jari menahan beban tubuh. Buka kaki kurang lebih satu kepal tangan. Silangkan kedua tangan di ats bahu. Buat posisi senyaman mungkin.
- Tarik perut ke dalam dan angkat kedua tumit. Tahan selama 2 detik dan lakukan sebanyak 15 kali.
Hill Squat 
- Ambil posisi jongkok, tumit jinjit, dan tangan lurus ke depan. Usahakan posisi badan tegak dan perut ditarik ke dalam.
- Lalu berdiri dengan posisi tangan dan tumit yang sama. Lakukan repetisi sebanyak 15-20 kali.
Attended Step-Up 
- Posisi berdiri dan naikkan salah satu kaki diatas anak tangga.
- Angkat seluruh badan ke atas sambil mengangkat tumit (jinjit). Lakukan sebanyak 12-15 kali pada masing-masing kaki.
Perhatian: 
- Sebelum melakukan gerakan ini, usahakan melakukan pemanasan terlebih dahulu minimal 10 menit.
- Untuk hasil yang maksimal, lakukanlah gerakan ini sebanyak dua kali dalam seminggu.

Diet Efektif untuk Wanita Aktif



Foto: Getty Images
Wanita dan diet bak dua sisi mata pisau. Bisa bermanfaat, tetapi juga bisa sebaliknya. Nah, bagaimana mengelola diet yang tepat, khususnya bagi para wanita aktif?
Wanita mulai peduli pada penampilan dirinya sejak tahun 1900-an. Namun, manusia yang pertama kali melakukan diet justru seorang pria Inggris bernama William Banting, yang menderita obesitas. Ia berhasil mengontrol makanan sampai akhirnya memiliki berat badan yang ideal. Nama dietnya kemudian dikenal sebagai Banting’s Diet. Akhirnya, tahun 1900-an, wanita mulai ikut-ikutan melakukan diet.
Seiring waktu, motivasi wanita melakukan diet pun sudah berubah. Jika dulu lebih kepada penampilan, kini lebih bertujuan untuk kesehatan. Body image  pun kini berubah. Yang dulu sempat terobsesi bertubuh montok sekarang ingin selangsing model papan atas.
Malah saat ini, wanita mulai merasa tertekan untuk melakukan diet sejak usia 11 tahun, 65 persen di antaranya mulai merasa takut dirinya gemuk. “Bahkan, 80 persen remaja sekarang sudah punya perilaku diet,” kataSusana, STP, MSc.,P.D.Eng , Head of Division Nutrifood Research Center .
Makan Sebagai Pelampiasan
Peranan wanita pun berubah. Jika dulu peran wanita hanya sebagai ibu rumah tangga, sekarang wanita sudah punya multiperan dengan tingkat kesibukan yang tinggi. Akibatnya, “Ini berdampak pada perilaku makannya, yang akhirnya juga berdampak pada kegemukan. Selain kesibukan,lifestyle  keseluruhan juga menyumbang kegemukan,” kata Susana.
Contohnya, perempuan kerapkali melewatkan sarapan pagi karena alasan sibuk atau tidak sempat. Akibatnya, pada saat makan siang, rasa laparnya luar biasa. “Melewatkan sarapan ternyata juga dapat mengganggu siklus menstruasi. Akibatnya, timbul stres lagi, kemudian nyambung  ke pola makan lagi, begitu seterusnya. Padahal, awalnya cuma dari melewatkan sarapan,” jelas Susana.
Kesibukan juga akan memunculkan stres, sehingga makan menjadi tidak sehat. Pasalnya, perempuan lebih rentan bertambah berat badannya atau gemuk karena mereka lebih sering mencari pelampiasan ke makanan dibandingkan pria. Penelitian menunjukkan, orang yang stres cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi kalori, serta memilih makanan yang tinggi lemak.
Kebiasaan buruk ini bertambah negatif ketika perempuan pekerja sekarang juga jarang bergerak, dan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan hanya duduk di depan komputer. Dan ketika mereka sibuk, maka bekerja pun dilakukan seraya ngemil . Camilan tidak sehat, tinggi lemak, gula, dan kalori akhirnya menjadi pilihan menemani kesibukan. Sementara makan sembari melakukan aktivitas lain juga mendorong konsumsi yang berlebihan. Akibatnya, seringkali mereka tidak menyadari jumlah yang telah dikonsumsi.
Nutrisi Seimbang
Bila dirunut, maka kebutuhan kalori wanita dewasa kantoran  tanpa olahraga adalah sekitar 1800 kalori dalam sehari. Sementara pola makan normal biasanya bisa mencapai 2500 kalori. Selain jumlah total kalori seimbang, nutrisi yang masuk pun harus seimbang. Jadi, tak hanya lemak yang kita asup, tetapi juga karbohidrat, protein, vitamin, serta mineral.
Jumlah karbohidrat yang dibutuhkan wanita dewasa sehari adalah sekitar 8 porsi karbohidrat, 1 porsi sekitar setengah cup nasi putih atau selembar roti tawar. “Jadi, dalam sehari boleh makan total 8 lembar roti tawar atau 8 cup nasi,” jelas Susana.
Kebutuhan protein pun tak kalah penting. Seringkali, wanita melakukan diet dengan menghindari protein, misalnya hanya mengonsumsi buah atau sayur. Padahal, jika pemenuhan protein kurang, efeknya bisa membuat mudah lapar, otot lama-kelamaan makin kendor/turun. Padahal, di ototlah lemak dibakar. Makin kendor otot, maka pembakaran lemak pun akan terhambat dan metabolisme menurun.
Jadi kebutuhan protein wanita dewasa dalam sehari adalah sekitar 2-3 porsi protein hewani (telur, susu, daging, ikan). Selain protein hewani, bisa juga protein nabati, seperti tempe, tahu, kacang-kadangan, sehari 2-3 porsi. Buah-buahan 3-5 porsi sehari, sementara sayur 2-3 porsi sehari. “Asupan lemak, gula, dan garam sebaiknya dibatasi. Gula pasir misalnya, sehari cukup 2,5 sampai 3 sendok makan,” lanjutnya.
Lantas bagaimana caranya agar berat badan tidak bertambah? “Harus seimbang antara energi yang dikeluarkan melalui aktivitas dengan makanan yang masuk,” kata Susana. Artinya, untuk mempertahankan berat badan, cukup dengan menyeimbangkan antara jumlah yang masuk dengan yang keluar. Sementara jika mau menurunkan berat badan, maka jumlah kalori yang masuk harus lebih kecil dibandingkan jumlah kalori yang keluar. “Makan harus lebih sedikit, atau pola makan biasa ditambah olahraga. Olahraga aerobik selama sejam mengeluarkan sekitar 400 kalori,” sambungnya.
Gunakan Tangga
Rutin berolahraga juga penting untuk menjaga berat badan, terutama jika aktivitas sehari-hari di kantor tidak begitu tinggi. Kendala yang sering muncul untuk berolahraga memang beragam, dari mulai malas bangun pagi, tidak ada waktu dengan alasan kesibukan di kantor dan aktivitas lain, malu berolahraga karena bentuk badan yang kurang bagus atau tidak bisa berolahraga, mahalnya tempat kebugaran, atau kurangnya motivasi.
Untuk membiasakan diri melakukan olahraga, Susana menyarankan untuk membuat rencana (planning ), misalnya pemilihan waktu yang tepat dan menentukan motivasi berolahraga. Selain itu, sebisa mungkin nikmati olahraga dan cari teman untuk menghilangkan kendala. “Pilih olahraga dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, jogging , atau bersepeda, minimal 150 menit setiap minggu. Tingkatkan frekuensi dan intensitas secara bertahap untuk hasil yang lebih optimal,” sarannya.
Anda juga bisa tetap aktif selama di kantor, misalnya dengan menggunakan tangga dan bukan lift. Ini akan membantu membakar kalori lebih cepat, pilih memarkir kendaraan di tempat yang paling jauh, dan pilih toilet di lantai yang berbeda. “Di dalam ruangan, biasakan mendatangi rekan kerja setiap kali hendak berkomunikasi. Lupakan telepon. Anda juga bisa melakukan meeting  kecil dengan cara berdiri, sesekali,” katanya.

Kenapa Tak Kunjung Hamil?



Foto: Getty Images
Seringkali, impian pasangan suami-istri untuk memperoleh momongan harus tertunda akibat ketidaksuburan. Obesitas hingga haid tak teratur bisa menjadi penyebabnya.
Infertilitas adalah suatu keadaan ketidakmampuan untuk hamil setelah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi selama 12 bulan (satu tahun). Infertilitas merupakan masalah pasangan suami dan istri, jadi tidak bisa salah satu pasangan saja yang dikatakan infertil, karena mungkin saja salah satu atau keduanya subfertil ataupun steril. Kalau sama sekali belum pernah hamil, disebut infertilitas primer. Jika sebelumnya pernah hamil, lalu selama 2-3 tahun tidak hamil setelah melakukan hubungan intim tanpa menggunakan kontrasepsi, disebut infertilitas sekunder.
“Masalah ketidaksuburan ini adalah masalah yang melibatkan dua orang, jadi pasangan pun harus terlibat dalam penanganannya,” jelas Dr. Mufti Yunus, Sp.OG.,  dokter spesialis Kandungan dan Kebidanan dari Omni Hospitals Alam Sutera, Tangerang .
Banyak Faktor
Ada banyak faktor yang menyebabkan infertilitas. Yang pertama harus dilihat anatominya dulu. “Riwayat haidnya bagaimana? Perempuan dewasa yang siap dibuahi ditandai oleh keluarnya darah haid. Kalau darah haidnya teratur setiap bulan, rata-rata siklus 28 hari, berarti ada telur yang siap dibuahi,” kata Mufti.
Faktor yang juga harus dilihat pertama kali adalah usia, yang sangat memegang peranan penting dalam penanganan masalah infertilitas. Kemungkinan hamil akan menurun sesuai dengan bertambahnya usia. Berapa usia subur seorang wanita? Angka kehamilan mulai menurun pada usia 35 tahun dan sangat rendah mulai usia 40 tahun. Usia ideal untuk dimulainya suatu fertilitas adalah 25 tahun.
Dengan bertambahnya usia wanita selama masa reproduksinya, maka akan terjadi penurunan fertilitasnya, yang merupakan gambaran penuaan ovarium (ovarium aging ), ditandai dengan berkurangnya jumlah folikel.
Lalu, apa lagi faktor yang menyebabkan wanita sulit hamil? Berikut penjelasannya.
PCOS (Polycistic Ovarian Syndrome)
Merupakan faktor hormonal yang paling sering menimbulkan gangguan infertilitas. PCOS atau SOPK (Sindroma Ovarium Polikistik) merupakan suatu kumpulan gejala dimana ditemukan kelainan ovarium polikistik. Gejalanya antara lain infertilitas, obesitas, serta gangguan haid. Sampai sekarang, penyebab SOPK belum diketahui secara pasti, tetapi dari beragam pendapat yang ada, SOPK merupakan suatu sindrom hiperandrogenik yang dicirikan oleh peristiwa patogenik multifaktorial.
Jadi, ujar Mufti, SOPK, di mana salah satu gejalanya dapat menyebabkan susah mendapat keturunan, diakibatkan karena anovulasi pada wanita tersebut. Gejalanya antara lain munculnya gangguan haid, misalnya seringamenorrhea  (tidak haid), juga faktor perempuan yang memiliki banyak hormon testosteron.
Untuk penanganannya, pada wanita yang ingin hamil, dilakukan pengembalian fungsi ovulasi dengan cara menginduksi ovulasi. Jika muncul gangguan haid, maka haidnya diperbaiki dulu. Sementara untuk menghindari SOPK bisa dilakukan dengan perubahan gaya hidup menjadi gaya hidup sehat dengan konsumsi makanan yang sehat, serta olahraga teratur sehingga terhindar dari obesitas. Obesitas berperan dalam resistensi insulin dan terhadap anovulasi. “Oleh karenanya, penurunan berat badan 5-10 persen merupakan jalan sederhana mengembalikan fungsi ovulasi,” lanjutnya.
Gaya Hidup
Faktor gaya hidup juga berisiko membuat wanita mengalami infertilitas. Misalnya, merokok. Pasalnya, kadar nikotin akan membuat kuman lebih mudah berkembang biak, sehingga kualitas telur pun terganggu. Begitu pula konsumsi alkohol.
Endometriosis
Meski mekanismenya belum terungkap seluruhnya, endometriosis juga bisa mempersulit kehamilan. Endometriosis adalah suatu keadaan di mana jaringan endometrium yang masih berfungsi tertanam di luar rahim atau di luar rongga rahim atau kavum uteri, padahal seharusnya ia berada di dalam rahim.
Gejala dan tandanya antara lain nyeri hebat di daerah pelvic  atau nyeri panggul pada saat haid. “Bahkan wanita yang mengalaminya sampai takut untuk haid, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari,” jelas Mufti. Terkadang, rasa sakit juga bisa menyebar ke daerah kepala. Prinsipnya, setiap nyeri yang berhubungan dengan haid perlu dipikirkan atau diduga adanya endometriosis.
Endometriosis menyebabkan infertilitas karena jaringan endometriosis mengandung sel-sel makrofag yang akan menghancurkan spermatozoa, sehingga tidak dapat membuahi sel telur (oosit ). Bisa juga karena peningkatan dari prostaglandin sehingga menyebabkan terganggunya masuknya dan implantasi hasil pembuahan. “Pada endometriosis, juga sering terjadi perlengketan pada saluran telur sehingga transportasinya terganggu,” lanjut Mufti.
Untuk mengatasinya, bisa dilakukan terapi hormon atau diberi obat hormonal, kemudian dilakukan laparoskopi untuk melihat alat-alat reproduksinya. Jika terjadi perlengketan akan dibebaskan, kemudian dilakukan uji paten kedua tubanya. Pada prinsipnya, penanganannya ada dua, yaitu dengan obat, dengan pembedahan, atau dua-duanya.
Myom
Jika kista muncul di indung telur, myom adalah tumor jinak pada jaringan fibrosa di daerah rahim. Myom bisa muncul di permukaan rahim atau di dalam rahim. Pada myom di permukaan rahim (mioma uteri subserosa ), biasanya gejala yang timbul akan muncul pembengkakan. Sementara pada myom di dalam rahim (mioma uteri submukosa ), biasanya dapat mengganggu siklus haid. Haid jadi panjang, bisa dua minggu. Sampai sekarang, penyebab myom tidak jelas. “Myom bisa juga menjadi penyulit kehamilan, meskipun tidak terlalu besar kemungkinannya. Tergantung lokasi, kalau munculnya di dalam rahim, bisa menyebabkan infertilitas,” jelas Mufti.

Cemas Tak Bisa Lagi Tampil Seksi



Ilustrasi
T iba-tiba cemas bahwa diri tak seksi atau tak menarik lagi? Itu lumrah terjadi. Yang penting, segera temukan pemicunya.

Minum jamu ini, deh. Dijamin suami lengket tanpa dipelet!" begitu kira-kira bunyi sebuah iklan jamu. Ucapan itu juga sering kita dengar saat para wanita berkumpul. Jika ada yang mengeluh masalah kehidupan seksnya yang jadi dingin, suami tak tertarik lagi, merasa payudara sudah kendur, dan lainnya, semua berlomba memberi saran. Padahal, belum tentu kehidupan seks si pemberi saran lebih berkualitas dibanding yang mengeluh tadi.
Menurut dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG,  kekhawatiran wanita tentang melemahnya daya tarik seks mereka, wajar-wajar saja. Dalam arti, setiap wanita memang cenderung punya kekhawatiran, jangan-jangan pasangan sudah tak cinta lagi. Entah karena badannya sudah melar, keriput, dan lainnya.
Padahal, barometer cinta suami terhadap istri atau sebaliknya tak hanya bisa diukur dari hal-hal artifisial semacam itu. Rasa cemas macam itu, imbuh Boyke, biasanya muncul bersamaan dengan bertambahnya usia perkawinan maupun usia diri. Bagi kaum Hawa, pertambahan usia seolah identik dengan sirnanya cinta dan ketertarikan sang suami. Boleh jadi, kekhawatiran semacam ini tumbuh akibat teror berbagai anggapan keliru. Termasuk anggapan bahwa berlalunya masa muda berarti datangnya kerut-kemerut dan pudarnya segala bentuk daya tarik fisik. Kalau seseorang dulu begitu yakin dengan penampilan dirinya yang langsing, kini kelebihan lemak sedikit saja di perut, pinggang, paha, dan lengan, sudah dirasa amat mengganggu penampilan secara umum. Belum lagi payudara yang dianggap melorot alias tak lagi kencang lagi.
TAK CUMA WANITA
Sebetulnya, lanjut Boyke, tak cuma wanita yang mencemaskan daya tarik seksualnya. Pria yang terlihat perkasa sekalipun, bukan tidak mungkin kerap merasa tak berdaya. Sering, kan, kita dengar mereka mengeluh, "Penisku, kok, kecil amat, sih?", atau, "Aduh, mampu enggak, ya, aku membahagiakan istriku?" Kekhawatiran pria, tutur Boyke, umumnya memang terfokus pada ukuran alat kelamin. Sebab, buat kaum Adam, "harga diri" mereka sebagai lelaki seolah tak bisa dipisahkan dari keperkasaannya dalam urusan yang satu itu.
Jadi, tak perlu heran jika 85 persen pria, di mana pun mereka berada, tak pernah puas dengan ukuran penisnya. Meski sudah relatif besar, tetap saja takut karena yakin, ada yang lebih besar lagi. Di samping soal ukuran, kemampuan seksual juga sering dicemaskan. Hal ini, tegas Boyke, bisa dimaklumi karena proyeksi kejantanan pria memang ada pada alat kelaminnya.
REAKSI TAK WAJAR
Menurut Boyke, berbagai kekhawatiran seputar kehidupan seksual ini sebetulnya tak perlu dibesar-besarkan. Siapa pun, baik wanita atau pria, seharusnya bisa menerima bahwa pertambahan usia biasanya memang dibarengi dengan kemampuan seksual dan daya tarik fisik yang menurun.Apalagi, tegas Boyke, secara biologis pria ditakdirkan untuk poligami, sedangkan wanita tidak. "Dari jaman dulu memang sudah begitu, sih." Sehingga, kekhawatiran dalam diri wanita sebenarnya merupakan manifestasi ketakutan yang muncul dari bawah sadarnya, yaitu takut/khawatir sekali pasangannya akan lari ke wanita lain. Kekhawatiran-kekhawatiran itulah yang kemudian membuat si istri lantas mengupayakan segala macam cara untuk mengantisipasi kemungkinan yang sangat tidak mengenakkan tadi.
Soal finansial pun, bilang Boyke, sering jadi pemicu munculnya kekhawatiran seksual di antara suami-istri. Secara umum, lanjutnya, ada kecenderungan bila kondisi finasial makin mapan, maka dorongan/keinginan untuk coba-coba di luaran alias berselingkuh pun makin besar. Jangan salah, kecenderungan begini berlaku tanpa mengenal gender, lo. Artinya, bisa terjadi pada perempuan maupun laki-laki. Hingga ketika pasangannya memiliki kondisi finansial yang semakin membaik, si istri biasanya bertambah pula kecemburuan dan kekhawatirannya.
Seberapa jauh kekhawatiran-kekhawatiran seperti itu bisa ditolerir? Menurut Boyke, "Sepanjang hanya pada batas-batas ingin tampil menarik, oke-oke saja." Artinya, sepanjang reaksi si wanita terhadap kecemasan tadi tidak membahayakan dirinya maupun orang lain. Misalnya saja senam dan minum jejamuan kesehatan agar badan tetap kencang serta berdandan serasi mengikuti trend  mode terakhir.
Nah, kalau rasa cemas sudah berlebihan sehingga melakukan macam-macam operasi (hidung, perut, dan lainnya), pasangan perlu meluruskan atau minimal mengingatkan. "Misalnya, operasi mengecilkan vagina supaya bisa jadi 'gadis' lagi padahal jelas-jelas sudah sering melahirkan, permak wajah sana-sini hingga penampilan mirip boneka Barbie. Yang seperti itu, jelas enggak bener  lagi, dong," tegas Boyke.
SISI POSITIF
Di lain pihak, lanjut Boyke, kekhawatiran ini sebenarnya bisa bermakna positif. Tiap individu yang mencintai suami/istrinya pasti khawatir pasangannya tak mencintai dirinya lagi. Hingga bila dimanfaatkan secara benar, kekhawatiran ini bisa jadi "alat" untuk mempertahankan cinta pasangannya. Dengan senantiasa berusaha menjaga penampilan diri dan kehangatan cintanya sekaligus meredam kekhawatirannya.
Dalam ikatan perkawinan, tegas Boyke, yang dibutuhkan suami maupun istri sebenarnya bukan hanya daya tarik lahiriah atau kecantikan fisik belaka.
Melainkan juga kecantikan batiniah atau inner beauty  seperti rasa aman bahwa suami bisa "menitipkan" pengasuhan anak-anak di tangan seorang ibu yang baik. Suami merasa dihargai sebagai kepala keluarga dan mendapat apresiasi yang baik, hingga senantiasa terpanggil kembali ke keluarga membawa hasil jerih payahnya. "Itu semua saya kira lebih penting daripada sekadar kecantikan fisik saja," ujar Boyke.
Mereka yang perkawinannya tak terlalu didasari ikatan cinta yang kuat, biasanya sering diliputi rasa cemas tadi. Terlebih bila dibangun hanya atas dasar pertimbangan-pertimbangan yang bersifat lahiriah semisal, "Aku mau jadi istri/suaminya karena dia ganteng/cantik, sih." Bila itu yang dijadikan alasan, maka biasanya cinta pun akan berlalu dengan memudarnya daya tarik lahiriah itu sendiri. Sebaliknya, mereka yang perkawinannya dibangun atas rasa cinta yang kuat dan saling pengertian yang mendalam, biasanya akan lebih mampu bertahan saat menghadapi tantangan-tantangan yang melanda perkawinan mereka.
JANGAN PERNAH MENCELA
Untuk meredam kekhawatiran seputar daya tarik/kemampuan seksual baik pada suami maupun istri, tukas Boyke, "Solusinya enggak susah, kok, meski barangkali terdengar klise." Yakni dengan memberi/menunjukkan perhatian dan cinta kasih kepada pasangan. Tepatnya dengan selalu menunjukan penghargaan berupa pujian tulus atas segala bantuan dan jerih payahnya bagi keluarga. Selain pengakuan bahwa kita memang membutuhkan kehadiran dan kehangatan cintanya. "Saya yakin kalau hal-hal positif semacam itu dikomunikasikan, istri/suami pasti tak perlu merasa khawatir atau malah terancam."
Sebaliknya, segala bentuk komentar yang bernada menghina/melecehkan dipastikan akan menjatuhkan atau malah merusak harga diri pasangan. Itu sebab, saran Boyke, sedapat mungkin tahan keinginan untuk mencela penampilan pasangan. Semisal, "Ayah, kok, sekarang gendut kayak sapi bengkak!" Atau, "Dandanan Mama, kok, norak banget, sih!" Padahal semua bentuk hinaan/ejekan/pelecehan tadi justru mendorong individu yang dijadikan sasaran pelecehan tersebut melarikan diri pada hal-hal yang tidak rasional tadi.
Celakanya, bukan cuma itu dampak buruknya karena individu yang bersangkutan biasanya akan membentuk mekanisme pembelaan diri. Di antaranya, menumbuhkan rasa tidak suka atau malah memudarkan kadar cinta pada suami/istrinya. Istri yang selalu dihina, misal, biasanya menunjukkan reaksi mogok alias enggan melakukan hubungan suami-istri karena rasa malu, selain karena memang tidak bisa menikmati hubungan itu sendiri. Di dalam pikirannya sudah terbentuk pemikiran, dirinya memang tak lagi menarik secara seksual, hingga tak bisa membuat pasangannya terangsang. Dengan kata lain, semua bayangan negatif tadi akhirnya jadi kenyataan. "Jadi runyam, kan? Padahal, tujuan kita sebenarnya justru ingin menarik perhatian pasangan secara seksual," imbuh Boyke.
Begitu juga dengan suami. Pria yang dicekam kekhawatiran bahwa dirinya tak perkasa umumnya cenderung akan menutup diri/menjaga jarak selain berkurang kadar kehangatannya. Sama seperti istri, suami pun kian ogah melakukan hubungan seks. Bisa jadi, keengganan itu karena minimnya rasa percaya diri yang kemudian membuat suami takut memulai hubungan intim karena belum-belum sudah dibayangi kegagalan. Mereka khawatir tak bisa membahagiakan pasangan.
KEINGINAN COBA-COBA
Ironisnya, aku Boyke, dalam kondisi terpuruk seperti itu bukan tidak mungkin justru muncul angan-angan untuk mencoba mencari kehangatan/kepuasan dengan wanita lain. Terutama kalau si suami betul-betul tak berdaya alias impoten setiap kali berhubungan dengan istrinya. Semisal, "Masak iya, sih, aku selalu gagal setiap kali berhubungan? Siapa tahu dengan perempuan lain malah enggak." Celaka, kan?
Nah, agar masalahnya tak berkembang sedemikian pelik menjadi hal-hal yang merugikan perkawinan, kedua belah dituntut untuk mengantisipasinya jauh-jauh hari. Syaratnya, baik suami maupun istri mesti memiliki pengertian dan komitmen yang kuat. Ketika salah satu pasangan bermasalah, misalnya, pasangannya justru harus memberikan dukungan dan perhatian yang membesarkan hati. Saat istri bermasalah dengan penampilan fisiknya, katakan saja, "Enggak apa-apa, deh, Mama agak gemukan begini. Di mata Papa, Mama tetap wanita paling menarik, kok." Tentu saja apresiasi tersebut harus diucapkan secara tulus dan bukan sekadar basa-basi yang akhirnya terkesan sebagai rayuan gombal.
Begitu juga kala pria dicekam perasaan rendah diri lantaran lebih sering menemui kegagalan saat "bertempur". Saran Boyke, angkatlah harga diri suami agar tak semakin terpuruk dalam perasaan tidak perkasa. Semisal, "Enggak usah terlalu dipusingin , deh, Pa. Yang penting cinta Papa tetap untuk Mama dan kita bisa sama-sama membesarkan anak-anak." Sekali lagi, tandas Boyke, syaratnya cuma ketulusan dan bukan kepura-puraan yang bisa dirasakan/terbaca langsung oleh pasangan lewat nada suara maupun bahasa tubuh. Semua ini bisa terealisasi bila komunikasi suami-istri terjalin lancar.
SENAM KHUSUS
Kekhawatiran-kekhawatiran semacam itu pun bisa diminimalisir dengan niat dan upaya menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap prima. Caranya, dengan melatih otot-otot tubuh, terutama otot-otot panggul bagian bawah yang pegang peran penting dalam menentukan kualitas hubungan suami-istri. Latihannya bisa dilakukan secara khusus di sanggar-sanggar senam atau cukup dengan menyediakan waktu secara terprogram untuk melakukan latihan sendiri di rumah. Toh, yang perlu dilakukan hanya gerakan-gerakan dasar, minimal sit up  untuk mengecilkan dan mengencangkan otot-otot perut,push up  untuk menguatkan otot-otot lengan, dan squat jump  untuk mengencangkan otot paha bagian dalam.
Secara keseluruhan, latihan-latihan tersebut berguna untuk meningkatkan pernapasan dan aliran darah, hingga siap "tempur" bila saatnya tiba. Jangan lupa latihan Kegel untuk mengencangkan otot-otot seputar vagina. Kelenturan otot-otot tubuh ini amat perlu agar saat melakukan hubungan seks, tipis kemungkinan munculnya gangguan salah urat saat mencoba-coba posisi baru, misal. Upaya lain yang bisa dilakukan adalah mencari tahu daerah-daerah yang paling bisa memunculkan sensualitas pada diri pasangan. Kalau pernah mencoba dan belum juga menemukannya, jangan pernah putus asa. Justru dari bereksplorasi itulah suami maupun istri bisa lebih mengenal pasangannya secara mendalam.
Yang tak kalah penting, jangan pula bertindak bodoh dengan membesar-besarkan kekhawatiran. Konkretnya, jangan lantas menghapus jadwal sarapan dan makan siang dari daftar menu hanya lantaran kita kelewat khawatir tampil tak seksi dengan perut kenyang. Ingat, perut kosong justru akan terisi angin yang malah akan menimbulkan gangguan selagi menikmati momen-momen istimewa. Belum lagi kenyataan bahwa agar siap tempur kita pun membutuhkan energi ekstra untuk aktivitas istimewa yang satu ini.
Soal berdandan, meski perlu untuk menunjang penampilan, namun tak perlu harus menor. Bisa-bisa niat kita untuk menarik perhatian pasangan malah akan membuatnya muak atau ngeri. Untuk acara yang satu ini konon pria lebih menyukai dandanan dan tata rambut alamiah alias apa adanya. Bukankah yang ia dambakan adalah kehangatan seorang istri dan bukannya boneka pajangan? Begitu juga dengan pemakaian parfum atau minyak wangi. Yang berlebihan hanya akan membuat orang lain menjauh sementara yang secukupnya malah akan mengundang rasa penasaran pasangan untuk semakin mendekati kita.

Memilih Jajanan Sehat Bagi Anak



Foto: Adrianus Adrianto
Boleh saja mengizinkan anak jajan, asal orangtua ikut memilih dan mengajarkan anak, mana camilan yang aman dan sehat.
Jajan sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan anak-anak. Namun, orangtua sebaiknya bijak dan jeli memilih jajanan yang sehat bagi buah hati mereka. Pasalnya, banyak sekali jenis jajanan yang tak layak dikonsumsi dan tidak baik bagi kesehatan.
Coba lihat di sekolah-sekolah, aneka jajanan berwarna-warni yang mengundang selera anak dengan mudah dapat ditemukan. Selain di sekolah, jajanan tersebut juga ditawarkan oleh penjaja keliling. Banyak diantara jajanan tak sehat tersebut yang menggunakan zat pewarna dan zat pengawet yang berbahaya bagi kesehatan. Jadi apa yang harus orangtua lakukan? Ikuti saja penjelasan berikut!
Jajan Boleh, Asalkan…
Sebetulnya, anak jajan tidak masalah, asalkan jenis jajanan yang dipilih sehat dan bergizi. Karena, jajanan ternyata juga berdampak positif bagi anak, lho. Salah satunya adalah sebagai tambahan pemenuhan gizinya. Apalagi, usia anak-anak adalah usia dimana seorang anak butuh makanan yang sehat dan bergizi.
Makanan bergizi tak harus makanan yang mahal, yang penting seimbang antara zat karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Kandungan vitamin misalnya, banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran. Sayangnya, jarang anak-anak yang suka sayur dan buah. Nah, jajan adalah salah satu siasat orangtua untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka yang kurang, khususnya anak-anak yang aktif.
Selain itu, dari aspek psikologis, jajan atau menikmati camilan juga membantu sosialisasi anak. Misalnya, mengobrol dengan teman sebaya tentang jajanan yang tengah mereka nikmati. Jajan juga akan melatih kemampuan komunikasi pada anak, baik itu komunikasi dengan penjual, orangtua, atau orang lain. Jajan juga membantu anak mengenal berbagai jenis makanan. Bentuk dan warna camilan yang makin beragam juga bisa menjadi media untuk mengenalkan bentuk dan warna.
Awasi Jajanan Anak
Yang penting, orangtua harus mengawasi jenis jajanan atau camilan yang dikonsumsi anak. Selama jajanan yang dikonsumsi anak sehat, tentu tak perlu melarang anak jajan. Orangtua juga harus mengajarkan pada anak pola makan yang sehat. Jangan sampai, kegemaran jajan justru membuat anak terbiasa dengan pola makan serampangan.
Anak yang terlalu banyak jajan bisa mengalami kegemukan yang bisa berlanjut hingga dewasa dan menimbulkan berbagai penyakit seperti diabetes, darah tinggi, serta gangguan pertumbuhan. Izinkan anak jajan hanya pada waktu-waktu tertentu, misalnya di sela-sela waktu makan utama atau 2 - 3 jam setelahnya. Perhatikan pula porsinya agar tak merusak pola makan utama.
Beberapa tips untuk mengenali jajanan atau camilan yang aman antara lain:
- Camilan dibuat secara higienis dan sudah dibuktikan dalam uji tes di laboratorium.
- Camilan tidak memiliki rasa berlebihan, warna atau bau yang menyengat.
- Pastikan Anda membaca bungkusan, snack  yang aman tidak mengandung Monosodium Glutamat (MSG).
- Pilihlah camilan berkemasan tertutup dan tidak tembus pandang.
- Camilan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Jika ragu, sebaiknya pilih snack  siap saji dari produsen makanan terpercaya.
Jajanan yang dibuat oleh merek terkemuka umumnya menggunakan bahan pewarna dan pengawet khusus makanan, sehingga aman dikonsumsi. Bahan pengawet terlarang seperti formalin agak sulit dinilai dengan mata atau lidah, sehingga sebaiknya harus ekstra waspada bila membeli jajanan yang masih selalu tampak awet.
Ajarkan Anak Memilih
Selain mengawasi, orangtua juga wajib mengajarkan Si Kecil cara memilih jajanan yang sehat. Cobalah kenalkan kepadanya beberapa jenis zat berbahaya yang biasa digunakan pada jajanan. Kenalkan juga warna jajanan yang membahayakan dan apa efek buruknya jika zat-zat berbahaya masuk ke dalam tubuhnya.
Ingatkan Si Kecil untuk tak lupa memerhatikan label atau kotak kemasan. Jajanan anak dikatakan aman jika pada labelnya tercantum nama produk, jenis bahan, berat bersih, nama dan alamat produsen atau importir, masa kadaluarsa, dan nomor pendaftaran.
Tanamkan pada Si Kecil agar tidak jajan di sekolah, lebih baik bawakan bekal dari rumah. Luangkan waktu Anda untuk menyiapkan jajanan kecil buatan rumah untuk dibawa ke sekolah, atau jika Anda ragu atau tidak siap, tak ada salahnya memilih snack  siap saji dari produsen makanan terpercaya.
Untuk anak usia prasekolah, orangtua memang harus tegas dalam memberlakukan aturan, kapan boleh jajan dan jajanan seperti apa yang diperbolehkan. Usia-usia ini sering disebut sebagai problem  age  atau masa-masa anak sulit diatur. Tapi, jangan lupa untuk memberi reward bila anak melakukan apa yang orangtua minta. Misalnya, jika anak tidak jajan selama seminggu, maka di akhir pekan, ia mendapat hadiah makan di restoran kesukaannya.