Buscar

Páginas

Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Masih Simpan Rahasia Besar Jelang Nikah


jelang pernikahan (doc Corbis)

Tanya:Saya dan pasangan telah menjalin kasih selama hampir dua tahun. Saya dan keluarga pasangan sudah sangat dekat. Tapi, ada satu masalah yang masih kami sembunyikan dari orangtuanya. Saya sudah mempunyai anak, tapi tidak tinggal bersama saya. Anak saya sudah diangkat anak oleh salah satu keluarga saya.

Pasangan saya tampaknya belum siap menyampaikan masalah itu ke orangtuanya. Ia selalu menunda setiap kali saya bertanya tentang waktu yang tepat untuk berkata jujur pada keluarga. Katanya, "Nanti akan ada saatnya bilang ke mereka (orangtua)."

Masalah itu sangat mengganggu pikiran saya. Keluarganya sangat menyayangi saya, demikian pula pasangan saya. Saya merasa tidak enak dan merasa seperti selalu membohongi mereka. Padahal, tidak ada niat saya untuk berbohong seperti ini.

Kami sebenarnya sudah merencanakan pernikahan akhir tahun ini. Tapi, belakangan, pasangan mulai menghindar dengan alasan ekonomi. Tapi, memang dia rajin menabung di rekening tabungan kami berdua. Apa yang harus saya lakukan? Saya takut tidak diterima keluarganya.

SR

Jawab:

Dari awal, seharusnya memang harus ada kejujuran dalam hubungan, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Saya yakin orangtua pasangan Anda akan menerima Anda apa adanya dan bisa menerima Anda apabila memang sudah ada kejujuran di awal hubungan.

Tidak ada kata terlambat untuk mengungkapkan kejujuran. Yang terpenting Anda yakin dan ikhlas atas sikap mereka. Anda harus siap dengan situasi yang akan terjadi. Dan, apapun risikonya, Anda harus bisa menerimanya dengan ikhlas tanpa dendam.

Anda harus berani dan terus memberikan dukungan pasangan agar terus berjuang demi kelanjutan hubungan. Semua bisa berjalan baik jika segera ada keterbukaan.

Derita Istri Kedua



ilustrasi pria poligami (inmagine)
Tanya:
Pernikahan saya sebagai istri kedua sudah berjalan dua tahun. Kami dikaruniai anak laki-laki usia 14 bulan. Sejak pertama kali menjalin hubungan, kami tidak sembunyi-sembunyi. Istri pertamanya tahu, karena suami selalu cerita padanya. Begitu kami memutuskan untuk menikah, izin dari istri pertama juga kami dapat.

Di awal masa pernikahan, suami selalu bersikap hangat. Dan, secara kebetulan kami tinggal satu rumah. Saya dan suami memang bekerja di perusahaan yang sama, jadi selama dua tahun, kami selalu tinggal satu rumah. Sementara istri pertamanya tinggal bersama orangtua suami di Sumatera.

Masalah mulai timbul, ketika suami memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan dengan alasan ingin mencari pekerjaan lain dengan penghasilan lebih besar. Dia ingin membiayai kuliah untuk anak pertama dari istri terdahulunya.

Dari segi materi, suami memang tidak pernah bisa mencukupi kebutuhan saya dan anak kandung saya. Ia selalu memberi porsi nafkah lebih besar kepada istri pertama. Saya bisa menerima itu, karena saya wanita bekerja yang masih punya penghasilan untuk memenuhi segala kebutuhan pribadi bersama si kecil.

Begitu keluar dari perusahaan, suami pun kembali ke kampung halamannya. Sejak saat itu, dia tidak pernah menghubungi saya, sms saya pun dia acuhkan, dan terakhir kali saya hubungi, ponselnya tidak aktif. Saya bingung harus berbuat apa. Padahal di antara kami tidak ada masalah yang serius.

Jika memang dia ingin berpisah, mengapa tidak dibicarakan secara langsung. Mengapa dia harus bersembunyi dari saya dan bersikap seperti seorang pengecut. Saya bingung, bagaimana cara saya mencari dia. Apa yang harus saya lakukan?

D

Jawab :

Memang lebih baik Anda dan suami saling bertemu untuk menyelesaikan masalah. Apabila tidak ada pertemuan, masalah kehidupan Anda akan terus menggantung tanpa penyelesaian.

Meski sebagai seorang imam dalam keluarga suami tidak bisa mencukupi kebutuhan, Anda masih bisa bersyukur karena bisa memenuhi kebutuhan anak. Tapi pegangan dalam rumah tangga Anda sudah runtuh untuk bisa menjadi lebih baik.

Anda harus cari tahu keberadaan suami, dan segera menemuinya. Kalau perlu, ketemu dengan istri pertamanya agar dia bisa meyakinkan suami untuk bertanggung jawab. Artinya, kalau memang harus berpisah harus ada komunikasi yang pasti antara Anda dan suami.

Kalau masih ingin menjalani hubungan, Anda dan suami harus membuat komitmen yang tegas agar semuanya berjalan dengan baik. Anda harus lebih sabar dan tetap yakin bahwa Anda bisa jauh lebih baik dan mampu menyelesaikan masalah yang ada.

Jika Kulit Kepala Berkerak



Salah satu aspek yang harus diperhatikan agar rambut tumbuh sehat ialah kebersihan kulit kepala. Kadang bayi mengalami bercak merah dan bersisik di kepalanya yang dikenal dengan istilah kerak kepala atau dermatitis seboroik . "Kerak ini merupakan kelainan pada kulit kepala bayi, yang disebabkan oleh kelenjar lemak kulit yang aktif," terang dr. Titi .
Kelenjar lemak kulit (sebum)  keluar dari tempat yang sama dengan keluarnya rambut. Jadi, muaranya satu. Jika kelenjar lemak ini sangat aktif, akan mengeluarkan lemak lebih banyak. Nah, lemak ini, bila sudah mengering akan menimbulkan lapisan yang menumbuhkan kerak itu.
Aktifnya kelenjar lemak disebabkan oleh hormon androgen yang diperoleh dari ibu si bayi saat di kandungan. "Bayi, secara normal belum dapat menghasilkan hormon androgen. Hormon ini akan banyak jika ia mulai pubertas," jelas Titi.
Tapi para ibu tak perlu panik. Sebab, kerak kepala bersifat sementara. Artinya, bila hormon androgen itu habis, maka kepala bayi pun akan terbebas dari kerak. Cuma saja, karena kerak itu mengganggu kenyamanan dan dapat mengganggu pertumbuhan rambut secara sehat, tentunya orangtua tak harus menunggu hingga hormon ini habis.
"Kerak ini mudah, kok, dihilangkan," ujar Titi. Cukup olesi dengan minyak kelapa. Biarkan semalaman agar kerak menjadi lunak. Esok harinya, cuci rambut si kecil dengan air hangat hingga bersih. Bila dengan cara ini tak membaik, mintalah nasehat dokter kulit. "Dokter akan memberi minyak yang dicampur dengan zat aditif tertentu yang bisa mempercepat pelepasan kerak itu," terang Titi.
Kerak ini biasanya akan lebih parah bila kulit kepala berkeringat. Karena itu usahakan agar kulit kepala si kecil tetap sejuk dan kering. Jangan kenakan topi kecuali jika sangat diperlukan.

Aphrodisiac Pembangkit Gairah



Ilustrasi
Kata aphrodisiac  berasal dari mitos kisah cinta Yunani. Konon, Aphrodite, sang dewi cinta yang cantik jelita menghampiri pacarnya, Dewa Ares. Selagi berjalan, bila kakinya menyentuh tanaman, maka tanaman itu segera berbunga. Ini terjadi berkat kekuatan cinta dan gairah seksual Aphrodite yang demikian besar. Yang jelas, penelitian mengatakan ada tanaman-tanaman tertentu yang memiliki daya aphrodisiac yang besar.
Selain tanaman-tanaman tertentu, beberapa bahan makanan pun memiliki daya aphrodisiac. Contoh, seafood . Makanan ini terbukti kaya akan seng, salah satu zat gizi yang mempertinggi vitalitas seks.Khasiat bahan makanan yang bersifat aphrodisiac  tak menimbulkan dampak berbeda antara pria dan wanita. "Asalkan pengolahan bahan makanan tersebut pun tepat. Hindari cara pemasakan yang lama karena akan menghilangkan vitamin, mineral, dan zat-zat gizi lain yang terkandung dalam bahan makanan tersebut," jelas Veronika.
Berikut beberapa jenis makanan yang dapat mempertinggi gairah seks serta kandungannya:
1. Pisang : mengandung alkaloid yang disebut bufotenine  yang bekerja di hipotalamus.
 2. Bawang putih : dapat meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan kolesterol dan mengurangi pengerasan pembuluh darah. Bila terjadi pengerasan pada pembuluh darah dapat menyebabkan lemah syahwat.
 3. Telur : telur ayam kampung, telur bebek dan telur puyuh mengandung "steroid" yang dapat meningkatkan libido.
 4. Jahe : merupakan tanaman penghasil minyak asiri dan salah satu jenis akar-akaran yang dapat meningkatkan gairah seksual dan memperlancar peredaran darah ke bagian genital.
 5. Madu : mengandung bee-polen  yang dapat meningkatkan stamina dalam berhubungan seksual.
 6. Leci : dianggap aphrodisiac  yang dapat meningkatkan gairah seksual.
 7. Mangga : dipercaya dapat memperpanjang aktivitas seksual.
 8. Kayu manis : mengandung zat amphetamine  yang dapat merangsang aktivitas seksual.
 9. Merica hitam : mengandung senyawa boron, calamene, carvacrol  yang bila digunakan sedikit saja, dapat merangsang gairah seksual dan merangsang keluarnya hormon androgen dan estrogen.
 10. Udang : mengandung zat phenylalamine  yaitu suatu asam animo yang dapat merangsang gairah seksual.
 11. Kemangi : membantu mengatasi ejakulasi prematur, memperkuat daya tahan hidup sperma, serta merangsang keluarnya hormon androgen dan hormon astrogen.
 12. Selada : mengandung senyawa coffeic acid  yang dapat merangsang aktivitas saraf pusat dan dapat merangsang hasrat seksual.
 13. Avokad : Suku Aztec mewariskan kepercayaan kepada orang Spanyol bahwa avokad dapat digunakan sebagai obat perangsang. Seperti pisang, avokad mengandung alkaloid  yang disebut bufotenine  yang bekerja di hipotalamus.
 14. Seledri : seledri tak secara langsung dapat meningkatkan gairah seksual, namun ada beberapa senyawa yang dikandungnya sepertiApigenin  yang berfungsi sebagai penyegar. Senyawa ini bisa merangsang ereksi, menjaga stamina, memperlancar sirkulasi darah dan mengoptimalkan sirkulasi oksigen di dalam darah, hingga seledri amat berperan dalam menunjang aktivitas yang memerlukan energi termasuk aktivitas seksual.

Siasati Puting Yang Terbenam



Foto: Getty Images
Kekhawatiran tidak bisa menyusui buah hati terjadi karena puting terbenam? Untuk mengatasinya, Anda bisa “bekerjasama” dengan bayi, juga memahami teknik menyusui yang benar.
Memiliki payudara yang sempurna adalah impian semua wanita. Selain membuat percaya diri dan menyenangkan pasangan, payudara berguna sebagai penghasil ASI bagi buah hati. Dan meski bayi tidak menyusui pada puting, namun puting membantu penghisapan air susu.
Tiga Jenis
Pada dasarnya, menurut dr. Karina F Moegni, SpBP., spesialis kecantikan dari Klinik Kecantikan dari Rumah Sakit Royal Progress , ada tiga jenis puting pada payudara perempuan. Pertama, bentuk normal di mana puting secara keseluruhan tampak menonjol melebihi permukaan areola. Kondisi ini berlangsung dalam keadaan normal maupun ketika terjadi rangsangan, seperti rangsang dingin ataupun rangsang seksual. Kedua, bentuk datar alias puting datar dan tetap tidak berubah bentuk bahkan setelah dilakukan pinch test , yaitu penekanan daerah areola sekitar 2 cm di luar puting. Ketiga, bentuk inversi atau terbalik yang juga dikenal dengan istilah puting terbenam (inverted nipple ) di mana puting tertarik ke dalam atau mencekung saat dilakukan pinch test .
Dua jenis puting yang disebutkan terakhir termasuk tidak normal dan terbagi ke dalam beberapa bentuk, seperti:
 Dimpled : Puting yang terlihat menonjol sebagian namun masih dapat ditarik keluar meski tidak dapat bertahan lama.
 Unilateral: Hanya satu sisi payudara yang memiliki puting yang tertarik ke dalam.
 Inverted Nipple
Terbagi menjadi tiga jenis, yakni:
Grade 1 : Puting tertarik ke dalam tapi mudah untuk ditarik dan dapat bertahan cukup baik tanpa perlu tarikan. Sayangnya, tekanan lembut di sekitar areola atau cubit lembut pada kulit dapat menyebabkan puting mundur kembali.
Grade 2:  Puting yang tertarik ke dalam dan masih bisa ditarik keluar, namun tidak semudah grade  1. Setelah tarikan dilepas, puting akan mundur kembali.
Grade 3:  Puting jenis ini posisinya sangat tertarik ke dalam dan sulit untuk ditarik keluar apalagi mempertahankan posisinya.
Yang paling sering adalah akibat pendeknya saluran ASI (duktus laktiferus). Kelainan ini merupakan bawaan sejak lahir. Puting tertarik ke dalam juga bisa terjadi setelah menyusui. Penyebabnya bisa karena kulit payudara di sekitar puting menjadi longgar sehingga membuat puting terlihat masuk ke dalam.
Masih Bisa Menyusui
Penelitian menunjukkan, sekitar 28 sampai 35 persen dari wanita yang hamil untuk pertama kalinya, memiliki puting yang tidak menonjol sempurna. Namun seiring usia kandungan di mana kulit menjadi lebih elastis, hanya 10 persen di antaranya yang tetap mempunyai inverted nipple .
Kabar baiknya, inverted nipple  tidak akan mengganggu kenikmatan seksual dan bahkan mungkin tidak akan bermasalah dengan menyusui. Pasalnya, tak sedikit wanita dengan inverted nipple  akhirnya putingnya keluar dan bisa menyusui. Hal ini dapat terjadi sementara atau menjadi permanen asalkan teknik menyusui sudah tepat.
Calon ibu bisa menarik puting ke luar pada saat hamil trimester akhir (lebih dari 7 bulan) dengan cara memegang payudara tepat di ujung aerola dengan jempol dan telunjuk. Pijat dengan lembut ke arah puting sampai puting keluar, atau lakukan pinch test .
Paska melahirkan dan sesaat sebelum menyusui, lakukan tekanan atau hisapan manual untuk menonjolkan puting agar mudah dihisap bayi. Caranya pegang puting dan pijat puting antara jempol dan jari telunjuk selama 30 detik, kemudian sentuh dengan kain basah dingin segera sebelum menyusui.
Biasanya setelah menyusui beberapa minggu, puting akan eversi dengan sendirinya dan tindakan penekanan atau hisapan manual sebelum menyusui ini mungkin tidak diperlukan lagi. Sebagai catatan, ibu berputing datar harus mempertimbangkan menggunakan pelindung puting (nipple shield ) sementara pada waktu menyusui.
Jika puting memang inverted  sekalipun Anda sudah memijatnya keluar berulangkali, disarankan untuk meminta bantuan dari konsultan laktasi. Adapun jalan terkahirnya adalah penanganan secara khusus dengan cara rekonstruksi dengan tindakan pembedahan (operasi).
Masalah Lain pada Puting
Beberapa masalah lain pada puting juga tak bisa dianggap remeh. Berikut beberapa penyebab dan cara mengatasinya:
Puting Lecet
Biasanya terjadi karena isapan bayi yang terlalu kencang, gigitan bayi, goresan benda tajam, kuku ibu, atau kuku bayi, dan saat bayi terbiasa mengempeng pada payudara ibu.
Cobalah menekan sedikit payudara hingga cairan ASI keluar dan oleskan ASI ke seluruh area puting. ASI mengandung zat anti bakteri dan zat penutup luka, sehingga luka lecet dapat sembuh segera (1-2 hari).
Puting Kering
Pada saat mandi, puting dibersihkan dengan sabun, padahal kandungan pH-nya tinggi dan bisa menyebabkan kulit puting kering. Lebih baik, susui bayi sesegera mungkin setelah mandi. Saat ASI keluar, kelenjar prolaktin pada ASI akan menghasilkan minyak dan dengan bantuan lidah bayi, minyak akan melumasi bagian puting. Selain itu, lakukan pijat dengan menggunakan baby oil secara rutin.
Puting Bocor
Biasanya disebabkan tusukan benda tajam yang menyebabkan puting berlubang sampai terjadi luka dalam, sehingga ibu perlu pengobatan yang intensif. Segeralah kunjungi klinik laktasi untuk mendapatkan penanganan yang memadai.

Memilih Jajanan Sehat Bagi Anak



Foto: Adrianus Adrianto
Boleh saja mengizinkan anak jajan, asal orangtua ikut memilih dan mengajarkan anak, mana camilan yang aman dan sehat.
Jajan sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan anak-anak. Namun, orangtua sebaiknya bijak dan jeli memilih jajanan yang sehat bagi buah hati mereka. Pasalnya, banyak sekali jenis jajanan yang tak layak dikonsumsi dan tidak baik bagi kesehatan.
Coba lihat di sekolah-sekolah, aneka jajanan berwarna-warni yang mengundang selera anak dengan mudah dapat ditemukan. Selain di sekolah, jajanan tersebut juga ditawarkan oleh penjaja keliling. Banyak diantara jajanan tak sehat tersebut yang menggunakan zat pewarna dan zat pengawet yang berbahaya bagi kesehatan. Jadi apa yang harus orangtua lakukan? Ikuti saja penjelasan berikut!
Jajan Boleh, Asalkan…
Sebetulnya, anak jajan tidak masalah, asalkan jenis jajanan yang dipilih sehat dan bergizi. Karena, jajanan ternyata juga berdampak positif bagi anak, lho. Salah satunya adalah sebagai tambahan pemenuhan gizinya. Apalagi, usia anak-anak adalah usia dimana seorang anak butuh makanan yang sehat dan bergizi.
Makanan bergizi tak harus makanan yang mahal, yang penting seimbang antara zat karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Kandungan vitamin misalnya, banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran. Sayangnya, jarang anak-anak yang suka sayur dan buah. Nah, jajan adalah salah satu siasat orangtua untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka yang kurang, khususnya anak-anak yang aktif.
Selain itu, dari aspek psikologis, jajan atau menikmati camilan juga membantu sosialisasi anak. Misalnya, mengobrol dengan teman sebaya tentang jajanan yang tengah mereka nikmati. Jajan juga akan melatih kemampuan komunikasi pada anak, baik itu komunikasi dengan penjual, orangtua, atau orang lain. Jajan juga membantu anak mengenal berbagai jenis makanan. Bentuk dan warna camilan yang makin beragam juga bisa menjadi media untuk mengenalkan bentuk dan warna.
Awasi Jajanan Anak
Yang penting, orangtua harus mengawasi jenis jajanan atau camilan yang dikonsumsi anak. Selama jajanan yang dikonsumsi anak sehat, tentu tak perlu melarang anak jajan. Orangtua juga harus mengajarkan pada anak pola makan yang sehat. Jangan sampai, kegemaran jajan justru membuat anak terbiasa dengan pola makan serampangan.
Anak yang terlalu banyak jajan bisa mengalami kegemukan yang bisa berlanjut hingga dewasa dan menimbulkan berbagai penyakit seperti diabetes, darah tinggi, serta gangguan pertumbuhan. Izinkan anak jajan hanya pada waktu-waktu tertentu, misalnya di sela-sela waktu makan utama atau 2 - 3 jam setelahnya. Perhatikan pula porsinya agar tak merusak pola makan utama.
Beberapa tips untuk mengenali jajanan atau camilan yang aman antara lain:
- Camilan dibuat secara higienis dan sudah dibuktikan dalam uji tes di laboratorium.
- Camilan tidak memiliki rasa berlebihan, warna atau bau yang menyengat.
- Pastikan Anda membaca bungkusan, snack  yang aman tidak mengandung Monosodium Glutamat (MSG).
- Pilihlah camilan berkemasan tertutup dan tidak tembus pandang.
- Camilan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Jika ragu, sebaiknya pilih snack  siap saji dari produsen makanan terpercaya.
Jajanan yang dibuat oleh merek terkemuka umumnya menggunakan bahan pewarna dan pengawet khusus makanan, sehingga aman dikonsumsi. Bahan pengawet terlarang seperti formalin agak sulit dinilai dengan mata atau lidah, sehingga sebaiknya harus ekstra waspada bila membeli jajanan yang masih selalu tampak awet.
Ajarkan Anak Memilih
Selain mengawasi, orangtua juga wajib mengajarkan Si Kecil cara memilih jajanan yang sehat. Cobalah kenalkan kepadanya beberapa jenis zat berbahaya yang biasa digunakan pada jajanan. Kenalkan juga warna jajanan yang membahayakan dan apa efek buruknya jika zat-zat berbahaya masuk ke dalam tubuhnya.
Ingatkan Si Kecil untuk tak lupa memerhatikan label atau kotak kemasan. Jajanan anak dikatakan aman jika pada labelnya tercantum nama produk, jenis bahan, berat bersih, nama dan alamat produsen atau importir, masa kadaluarsa, dan nomor pendaftaran.
Tanamkan pada Si Kecil agar tidak jajan di sekolah, lebih baik bawakan bekal dari rumah. Luangkan waktu Anda untuk menyiapkan jajanan kecil buatan rumah untuk dibawa ke sekolah, atau jika Anda ragu atau tidak siap, tak ada salahnya memilih snack  siap saji dari produsen makanan terpercaya.
Untuk anak usia prasekolah, orangtua memang harus tegas dalam memberlakukan aturan, kapan boleh jajan dan jajanan seperti apa yang diperbolehkan. Usia-usia ini sering disebut sebagai problem  age  atau masa-masa anak sulit diatur. Tapi, jangan lupa untuk memberi reward bila anak melakukan apa yang orangtua minta. Misalnya, jika anak tidak jajan selama seminggu, maka di akhir pekan, ia mendapat hadiah makan di restoran kesukaannya.

Chickpea Burger



Foto: Adrianus Adrianto
Bahan: 
20 gr wortel, iris bentuk korek api
20 gr bit, iris bentuk korek api
20 gr mentimun Jepang, iris bentuk korek api
½ bh bawang bombai, iris halus
5 ml minyak zaitun
¼ sdt garam
1 bh roti burger  gandum, panggang sebentar
20 gr tofu herb spread 
2 gr matbucha 
10 gr selada
1 ptg petty chickpea burger
Cara Membuat: 
1. Campur wortel, bit, mentimun Jepang, bawang bombai, minyak zaitun, dan garam, aduk rata. Diamkan selama 15 menit. Sisihkan.
2. Panggang roti burger  gandum selama 3 menit, angkat. Oleskan bagian bawah roti dengan sedikit tofu herb spread  dan matbucha , tambahkan selada.
3. Letakkan petty chickpea burger di atas selada, oles dengan tofu herb spread . Tambahkan campuran nomor 1. Tutup dengan roti burger gandum bagian atas, sajikan hangat.
Untuk 1 Porsi
Tips: 
- Petty chickpea burger terbuat dari kacang Arab, dapat diganti dengan burger tempe atau burger tahu.
- Tofu herb spread adalah olesan dari tahu dan rempah herbal.
- Matbucha adalah sejenis puree tomat, dijual dalam kemasan kaleng dan bisa dibeli di swalayan.

Overprotektif terhadap Kuman,apakah perlu?


Anak tidur (Foto: Corbis)
Anak tidur (Foto: Corbis)
KUMAN, virus, dan bakteri bersarang di sekitar kita setiap harinya. Anda pun menjadi overprotektif kepada sang buah hati, khawatir tubuhnya akan dihinggapi kuman. Bagaimana menyikapinya?

Adalah hal yang lumrah ketika menyandang status sebagai orangtua, kini Anda menjadi sangat protektif terhadap sang buah hati. Apalagi berbicara tentang kesehatan dan kebersihan lingkungan. Sebaliknya, bayi Anda pada usianya sekarang malah sedang dihinggapi rasa keingintahuan yang kuat. Otomatis, benda apa pun yang ditemukannya akan dimasukkannya ke mulut.

”Hal ini biasa dilakukan bayi pada tahun usia pertamanya,” ujar dokter anak Robert W Frenck Jr MD, yang juga profesor di Rumah Sakit Anak Cincinnati, seperti dilansir dalam lamanWebmd.com.

Robert menyebutkan, orang tua memang mudah cemas jika menyangkut kumankuman dan kebersihan benda maupun tempat tinggal. Beberapa kuman bahkan dapat mengakibatkan penyakit yang serius dan berbahaya bagi anak-anak. Namun, Robert mengingatkan bahwa bayi juga memiliki sistem imunitas tubuh yang baik. ”Kita sendiri setiap harinya terekspos oleh ribuan kuman dari debu, bakteri, hingga virus. Namun, sistem imunitas tubuh melindungi kita,” kata Robert.

Disadari atau tidak, kuman- kuman ini tidak bisa dihindari. ”Mereka ada di manamana dan bayi maupun anakanak terhinggapi kuman ini yang jumlahnya amat banyak,” papar Dr Tanya Remer Altmann MD.

Uniknya, terpaan kumankuman terhadap bayi justru membangun sistem imun tubuh mereka. Sekali bayi terinfeksi oleh virus tertentu, tubuhnya lalu akan tanggap meresponsnya dengan membuat antibodi untuk melawannya. Karenanya, di lain waktu, tubuh kembali terkena virus spesifik tersebut, tubuh akan melawannya dan terhindar dari infeksi.

Daripada Anda merasa paranoid dengan kuman maupun bakteri yang mungkin menyerang si kecil, lebih baik Anda aktif melakukan hal-hal untuk mencegahnya. Tentunya hal ini bukannya mencegah si kecil dari terkena penyakit sama sekali, tetapi paling tidak meminimalkannya.

Adapun yang paling mudah adalah mencuci tangan. Ini memang cara yang paling umum untuk terhindar dari infeksi penyakit menular melalui sentuhan. ”Perlu diperhatikan, gosok tangan sekitar 20 detik dengan sabun,” kata Robert.

Selain mencuci tangan yang paling penting adalah menjaga jadwal vaksinasi anak. Selain menjaga kebersihan tubuh, rumah Anda pun tentu juga perlu diperhatikan kebersihannya. Gunakan pembersih dan desinfektan yang aman bagi kesehatan. Kamar mandi dan dapur merupakan dua area krusial yang penting diberi perhatian lebih.

Dokter anak Laura A Jana MD menyarankan untuk mengelap bersih meja di dapur dan tempat cuci piring setiap hari dengan desinfektan.

”Jadi, Anda dapat menaruh makanan dengan lebih tenang karena kebersihannya sudah terjamin,” beber penulis “Heading Home with Your Newbornand Food Fight” ini.

Dalam hal ini, termasuk menyapu dan mengepel lantai secara rutin, apalagi jika anak sudah mulai bisa merangkak. Namun, perhatikan kebersihan kain pel yang Anda gunakan.
Alih-alih membasmi kuman malah Anda menyebar kuman di lantai, termasuk penggunaan spons untuk menyuci piring.

Adapun kamar mandi juga merupakan tempat bersarangnya kuman-kuman. Pastikan wastafel, bak mandi, dan kloset serta lantai dibersihkan secara berkala. Terutama bila ada anggota keluarga yang menderita muntah-muntah dan diare. Beberapa virus penyakit ini bahkan lebih sukar diberantas ketimbang virus flu.

Lantas, bagaimana dengan barang-barang yang sering dipegang, seperti gagang telepon ataupun pegangan pintu dan sebagainya. Perlukah dijaga kebersihannya juga? Untuk hal ini, Robert menjawab, membersihkan benda-benda seperti itu atau mencoba mengelap berbagai benda-benda di rumah, hanya membuang-buang waktu.

Kembali lagi pada kesehatan bayi, setiap akan membuat susu, selalu sterilkan botol dan dot terlebih dahulu selama lima menit dalam air mendidih. Setelah pemakaian berikutnya, cukup dengan mencucinya saja.

Tentu saja hal ini kembali berpulang pada Anda. Andaikata dengan membersihkan rumah menggunakan desinfektan setiap harinya akan membuat Anda lebih percaya anak-anak akan terhindar dari kuman, silakan saja. Namun, bukan berarti Anda menjadi orangtua yang tidak peduli dengan kesehatan buah hati jika tidak melakukannya. Beberapa penelitian menemukan hubungan perkembangan alergi dan asma pada anak-anak yang dibesarkan di rumah yang terlalu bersih

Tips Orangtua Hadapi Dunia ABG


(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
REMAJA menjadi usia peralihan yang dihadapi sebagian orangtua dengan penuh ketakutan. Strategi tepat menghadapi remaja akan menjauhkan orangtua dari pikiran buruk dan kekhawatiran tak beralasan.

Kasus penculikan dan tindakan asusila terhadap vokalis Vierra jelas mengundang kekhawatiran bagi orangtua. Seperti diberitakan, Widi diculik tiga lelaki tak dikenal saat hendak pulang dari sebuah kafe di kawasan Kemang pada Rabu 6 Juli 2011, sekira pukul 04.00 WIB. Ia memang sempat disekap di dalam mobil selama 30 menit, tapi beruntung para penculik melepaskannya setelah tahu identitas Widi yang seorang artis.

Dunia remaja adalah dunia yang penuh warna di mana anak mulai penasaran untuk mengenal dunia di luar dirinya. Masa remaja juga kerap menjadi momentum bagi seorang anak untuk mendapatkan “tiket kebebasan” dari orangtua. Benarkah?

“Anak perlu bergaul, iya. Menurut saya, seorang anak yang belum berusia 21 tahun tetaplah anak-anak. Dia belum bisa bertanggung jawab terhadap dirinya. Di bawah usia itu, meskipun sudah punya KTP, dia masih jadi tanggung jawab orangtua, ada aturan tegas yang harus dia patuhi,” tutur psikolog Ratih Andjayani Ibrahim ketika dihubungi okezone, Kamis (7/7/2011).

“Mengapa 21 tahun? Ini sesuai tahapan perkembangan dari muda menuju dewasa bahwa secara fisik, emosional, dan sosial dia sudah siap diberikan tanggung jawab,” imbuhnya.

Banyak cerita bagaimana seorang remaja memberontak untuk mematuhi batasan dan aturan yang diberikan orangtua. Menurut Ratih, kunci kepatuhan anak terletak pada orangtua.

“Apakah orangtua bisa mengkomunikasikan aturannya secara baik dan apakah mereka bisa menjadi role model. Intinya, apakah orangtua bisa menjalankan fungsinya dengan baik? Wibawa harus ditegakkan di rumah,” tandasnya.

Wibawa dimaksud, tambah Ratih, bukan sikap otoriter melainkan keterbukaan lewat komunikasi. Seperti juga dikatakan psikolog Dra Emilia Naland MSi, komunikasi mencakup diskusi soal batasan yang diinginkan orangtua kepada anak.

“Sifatnya private karena setiap orangtua punya aturan yang berbeda untuk anak-anaknya, misalnya soal pulang malam; apakah anak wajib melapor, apakah orangtua boleh menelpon selama aktivitas anak di luar rumah, apakah anak boleh menginap di rumah temannya, dan sebagainya,” katanya kepada okezone lewat telepon seluler.

Orangtua sepatutnya juga menempatkan diri mereka pada dunia remaja. “Orangtua harus masuk ke dunia remaja. Harus paham bahwa ini adalah dunia yang unik, emosional, dan cara berpikir anak mulai berubah. Caranya, orangtua terlibat dalam akvitas anak,” imbuh psikolog dari Fame (Family and Community Education) ini.

Lantas, apakah anak tidak akan merasa risih bila “dibuntuti”? “Kalau sebelumnya orangtua enggak pernah mau tahu aktivitas anak dan pas remaja mau ikut campur, mereka pasti menolak. Orangtua sudah harus dekat sebelumnya,” ujarnya.

Rasa percaya bisa terbangun bila orangtua sudah menjalin komunikasi yang baik dengan anak sebelum akhirnya usia mereka menginjak remaja.

“Dengan relasi dan pengasuhan yang baik, anak enggak akan macam-macam kok. Sudah komunikasi baik saja kadang protes dan bertengkar kalau dilarang, apalagi kalau selama ini enggak ada interaksi,” tutup Ratih.