Buscar

Memuat...

Páginas

Memilih Jajanan Sehat Bagi Anak



Foto: Adrianus Adrianto
Boleh saja mengizinkan anak jajan, asal orangtua ikut memilih dan mengajarkan anak, mana camilan yang aman dan sehat.
Jajan sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan anak-anak. Namun, orangtua sebaiknya bijak dan jeli memilih jajanan yang sehat bagi buah hati mereka. Pasalnya, banyak sekali jenis jajanan yang tak layak dikonsumsi dan tidak baik bagi kesehatan.
Coba lihat di sekolah-sekolah, aneka jajanan berwarna-warni yang mengundang selera anak dengan mudah dapat ditemukan. Selain di sekolah, jajanan tersebut juga ditawarkan oleh penjaja keliling. Banyak diantara jajanan tak sehat tersebut yang menggunakan zat pewarna dan zat pengawet yang berbahaya bagi kesehatan. Jadi apa yang harus orangtua lakukan? Ikuti saja penjelasan berikut!
Jajan Boleh, Asalkan…
Sebetulnya, anak jajan tidak masalah, asalkan jenis jajanan yang dipilih sehat dan bergizi. Karena, jajanan ternyata juga berdampak positif bagi anak, lho. Salah satunya adalah sebagai tambahan pemenuhan gizinya. Apalagi, usia anak-anak adalah usia dimana seorang anak butuh makanan yang sehat dan bergizi.
Makanan bergizi tak harus makanan yang mahal, yang penting seimbang antara zat karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Kandungan vitamin misalnya, banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran. Sayangnya, jarang anak-anak yang suka sayur dan buah. Nah, jajan adalah salah satu siasat orangtua untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka yang kurang, khususnya anak-anak yang aktif.
Selain itu, dari aspek psikologis, jajan atau menikmati camilan juga membantu sosialisasi anak. Misalnya, mengobrol dengan teman sebaya tentang jajanan yang tengah mereka nikmati. Jajan juga akan melatih kemampuan komunikasi pada anak, baik itu komunikasi dengan penjual, orangtua, atau orang lain. Jajan juga membantu anak mengenal berbagai jenis makanan. Bentuk dan warna camilan yang makin beragam juga bisa menjadi media untuk mengenalkan bentuk dan warna.
Awasi Jajanan Anak
Yang penting, orangtua harus mengawasi jenis jajanan atau camilan yang dikonsumsi anak. Selama jajanan yang dikonsumsi anak sehat, tentu tak perlu melarang anak jajan. Orangtua juga harus mengajarkan pada anak pola makan yang sehat. Jangan sampai, kegemaran jajan justru membuat anak terbiasa dengan pola makan serampangan.
Anak yang terlalu banyak jajan bisa mengalami kegemukan yang bisa berlanjut hingga dewasa dan menimbulkan berbagai penyakit seperti diabetes, darah tinggi, serta gangguan pertumbuhan. Izinkan anak jajan hanya pada waktu-waktu tertentu, misalnya di sela-sela waktu makan utama atau 2 - 3 jam setelahnya. Perhatikan pula porsinya agar tak merusak pola makan utama.
Beberapa tips untuk mengenali jajanan atau camilan yang aman antara lain:
- Camilan dibuat secara higienis dan sudah dibuktikan dalam uji tes di laboratorium.
- Camilan tidak memiliki rasa berlebihan, warna atau bau yang menyengat.
- Pastikan Anda membaca bungkusan, snack  yang aman tidak mengandung Monosodium Glutamat (MSG).
- Pilihlah camilan berkemasan tertutup dan tidak tembus pandang.
- Camilan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Jika ragu, sebaiknya pilih snack  siap saji dari produsen makanan terpercaya.
Jajanan yang dibuat oleh merek terkemuka umumnya menggunakan bahan pewarna dan pengawet khusus makanan, sehingga aman dikonsumsi. Bahan pengawet terlarang seperti formalin agak sulit dinilai dengan mata atau lidah, sehingga sebaiknya harus ekstra waspada bila membeli jajanan yang masih selalu tampak awet.
Ajarkan Anak Memilih
Selain mengawasi, orangtua juga wajib mengajarkan Si Kecil cara memilih jajanan yang sehat. Cobalah kenalkan kepadanya beberapa jenis zat berbahaya yang biasa digunakan pada jajanan. Kenalkan juga warna jajanan yang membahayakan dan apa efek buruknya jika zat-zat berbahaya masuk ke dalam tubuhnya.
Ingatkan Si Kecil untuk tak lupa memerhatikan label atau kotak kemasan. Jajanan anak dikatakan aman jika pada labelnya tercantum nama produk, jenis bahan, berat bersih, nama dan alamat produsen atau importir, masa kadaluarsa, dan nomor pendaftaran.
Tanamkan pada Si Kecil agar tidak jajan di sekolah, lebih baik bawakan bekal dari rumah. Luangkan waktu Anda untuk menyiapkan jajanan kecil buatan rumah untuk dibawa ke sekolah, atau jika Anda ragu atau tidak siap, tak ada salahnya memilih snack  siap saji dari produsen makanan terpercaya.
Untuk anak usia prasekolah, orangtua memang harus tegas dalam memberlakukan aturan, kapan boleh jajan dan jajanan seperti apa yang diperbolehkan. Usia-usia ini sering disebut sebagai problem  age  atau masa-masa anak sulit diatur. Tapi, jangan lupa untuk memberi reward bila anak melakukan apa yang orangtua minta. Misalnya, jika anak tidak jajan selama seminggu, maka di akhir pekan, ia mendapat hadiah makan di restoran kesukaannya.

0 komentar:

Poskan Komentar